<p> Belok/Sidan 05/08/2019<br /> Kegiatan yang memang rutin dilakukan di Banjar Sekarmukti setiap Hari raya kuningan ini memang sudah menjadi sebuah tradisi. Dimana istilah &quot;meprani&quot; ini hanya dilakukan oleh Krama Desa dimana pada saat meprani ini juga sering disebut oleh masyarakat &quot; ngingetin tegak &quot;, karena dalam krama desa ini sudah mempunyai posisi mulai dari yang tertinggi yaitu ( juru kebayan dan bau dan posisi yang paling terendah sering disebut dengan pider )<br /> Pada saat meprani ini setiap krama desa duduk secara berjejeran sesuai dengan posisinya masing-masing. Pada saat &quot; meprani &quot; juga sebagai tempat untuk bermusyawarah terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi saat melaksanakan kegiatan yadnya atau upacara dan perubahan pararem-pararem dalam krama desa momen inilah yang sering digunakan untuk bertukar pikiran bagi krama Desa.<br /> I Ketut Jadi selaku Bendesa mengungkapkan &quot; saya ucapkan terimakasih kepada krama desa yang sudah bisa hadir pada saat kegiatan meprani ini, sebagai bentuk untuk melestarikan warisan leluhur dan sebagai wadah untuk kita berdiskusi terkait dengan kendala yang sering dihadapi saat melaksanakan kegiatan atau upacara di Pura untuk saling bertukar pikiran agar nantinya upacara atau yadnya yang kita jalankan bisa berjalan denga lancar,&quot; jelasnya ( 002 /KIM BS)</p>
" Meprani" Dilakukan Oleh Krama Desa Pada Saat Hari Raya Kuningan.
06 Aug 2019