<p> Belok Sidan (15/07/2019)<br /> Bunga Marigold atau gemitir memang menjadi salah satu andalan dari petani di desa belok Sidan karena dalam pembudidayaannya tergolong mudah dan waktu panen yang singkat. Belakangan ini petani di Belok Sidan berlomba-lomba untuk mengembangkan bunga gemitir tersebut.<br /> <br /> Disamping cara budidaya yang tidak terlalu sulit, bunga gemitir juga mempunyai kelebihan tersendiri dari segi keindahan pada saat bunga bermekaran. selain sebagai tanaman budidaya, gemitir juga sering dimanfaatkan sebagai spot selfie bagi kaum Milenial baik dari daerah Belok Sidan maupun dari luar daerah.<br /> <br /> Namun siapa sangka, dalam sepekan terakhir, bunga gemitir mengalami penurunan harga yang cukup signifikan dari harga sebelumnya mencapai 13.000 - 15.000 per kilogram, sekarang merosot drastis di harga 2000 - 3000 rupiah per kilonya. Hal tersebut menimbulkan masalah baru bagi Petani pasalnya dengan harga seperti ini petani tidak mampu menutupi biaya operasional dan produksi pada saat budidaya.<br /> <br /> &nbsp;&quot;Jangankan kembali modal, ongkos pupuk saja tidak menutupi&quot; Ujar Nakula salah satu petani gemitir asal selantang. Dengan harga yang anjlok tersebut, beberapa petani hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan. Ada yang membiarkan tanaman bunganya terbengkalai, dan yang lebih miris lagi ada yang sampai Pasrah dan mencabuti tanaman bunga miliknya padahal masih produktif. (001/KIM BS).</p>
Akibat harga anjlok, Petani gemitir Belok Sidan Pasrah.
17 Jul 2019