<p> Desa Belok Sidan dikenal sebagai daerah Agraris dimana hampir 89 persen masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Berada di pegununungan yang dikelilingi oleh puncak seperti puncak Mangu dan puncak Bon, tanah Belok Sidan amatlah subur, sehingga cocok untuk bercocok tanam.<br /> <br /> Adapun produk pertanian yang menjadi andalan di belok Sidan seperti Asparagus, Kol, Cabai, Tomat, Gemitir, sawi, kacang buncis dan banyak lagi jenis sayuran yang dibudidayakan tidak terkecuali Timun. Belakangan ini, Timun menjadi daya tarik tersendiri bagi petani untuk membudidayakannya. Mengapa demikian?<br /> <br /> Pasalnya Timun memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya karena waktu panen yang cepat. Selain itu dari segi perawatan, Timun tergolong sangat mudah hanya dengan memberi air dan pupuk yang cukup, timun sudah mampu tumbuh dengan baik di Belok Sidan. Meskipun belakangan ini terjadi penurunan harga tidak menyurutkan semangat petani untuk menanamnya.<br /> <br /> Ni Wayan Sukarini contohnya, Ibu dua anak tersebut tetap semangat untuk membudidayakan Timun di lahan miliknya yang bertempat sebelah barat SMP N 3 Petang Banjar Belok, Desa Belok Sidan. meskipun dengan harga 2000 hingga 3000 Rupiah per kilonya, Wayan tetap bersyukur karena mendapat sedikit keuntungan. Hal tersebut dikarenakan biaya budidaya Timun tersebut tidak mahal seperti sayuran lainnya. (001/KIM BS)</p>
Harga Timun stabil, Sukarini asal Belok tetap beryukur.
17 Jul 2019